Pages

Sabtu, 27 November 2010

Kisah Humor Sufi - Bau Sate Berbunyi Uang


     Seorang bocah jalanan, dengan membawa sebungkus nasi duduk di teras sebuah warung sate. Ia menikmati nasinya sambil menghirup bau asap bakaran sate yang sedang dikipas-kipas oleh tukang sate. Makannya begitu nikmat walaupun hanya nasi saja seolah-olah ia makan sate.

     Melihat anak kecil menikmati aroma sate ini, pemilik warung sate yang bakhil meminta agar bau sate yang dihirup anak itu harus dibayar. "Hai, bocah," katanya kepada anak itu, "engkau harus membayar karena menikmati aroma sateku ini !"

     Anak laki-laki itu tidak kurang akal, seraya menjawab, "Yang benar saja, siapa yang makan sate bapak. Aku hanya duduk di sini menikmati nasiku sendiri. Adapun bau sate bapak, ia datang sendiri menyertai nasiku ini. Aku tidak menyuruh ia masuk ke dalam hidungku."


     "Tidak! Kamu harus bayar asap sateku ini. Lihat, nasimu habis, karena enaknya bau sateku." Kata tukang sate yang bakhil sambil menghardik bocah laki-laki itu.

     "Baiklah." Ujar anak kecil itu. Lalu ia mengeluarkan beberapa keping uang logam, seraya dibantingnya ke lantai, gemerincing bunyinya. Ketika tukang sate akan memungut uang logam itu, cepat-cepat anak itu menangkap tangan tukang sate seraya berkata, "eit, nanti dulu, jangan diambil. Kan sudah aku bayar dengan bunyi gemerincingnya. Seperti halnya bau sate yang aku hirup walaupun tidak makan daging satenya. Sedang bapak barusan menerima bayarannya dengan mendengar bunyi gemerincing uangku, melalui telinga bapak. Sudah lunas bukan? Aku menghirup bau sate bapak, bapak mendengar gemerincing uangku", ajar bocah itu sambil berlalu. MySpace

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...