Suatu hari ada seorang raja yang berwajah super jelek, bermata juling, dan berkaki pincang, berada di kumpulan Nasruddin ingin mencukur rambutnya.
Seorang tukang cukur mendekat, memotong rambutnya dan seperti biasanya menyodorkan sebuah cermin kepada baginda untuk menyisir rambutnya. Saat menghadap ke cermin, Sang Raja melihat kejelekan wajahnya dan meledaklah tangisannya. Nasruddin tidak tahan melihat Baginda menangis, dan akhirnya ikut menangis pula. orang-orang yang berada di dekat mereka menasehati kedua orang tersebut walaupun mereka tidak tahu alasan di balik tangisan Raja dan Nasruddin Hoja.
Meski Raja yang berwajah jelek itu telah berhenti menangis, tapi tangis Nasruddin tidak juga berhenti. Tidak seorang pun yang dapat membantu menghentikannya. Raja jelek yang semula menangis itu sangat heran melihat linangan air mata Nasruddin yang tak ada henti-hentinya. Baginda bertanya kepadanya, "Dengar, Nasruddin! Aku menangis karena melihat wajahku di cermin, betapa jeleknya wajahku ini, padahal aku bukan hanya seorang Raja melainkan juga orang kaya yang memiliki banyak isteri. Aku sangat jelek, dan hanya inilah sebabnya aku menangis. Tetapi...... ceritakan kepadaku apa yang membuatmu menangis demikian rupa? Mengapa engkau menangis dan terus menangis?"
"Baginda melihat wajah Baginda di cermin hanya sekali, sampai akhirnya Baginda menangis dan tidak mampu menahannya. Tetapi, apa yang terjadi pada kami, orang-orang yang harus melihat wajah Baginda sepanjang hari? Jika kami tidak menangis, siapa lagi yang mau berbuat demikian? Inilah alasanku mengapa terus dan terus menangis!" Jawab Nasruddin sembari menatap Sang Raja dan menangis lagi.


0 komentar:
Posting Komentar