-Van Den Brooden –
Tamparan banci salon, tak secepat liburanku kali ini. Entah hanya otakku saja yang rada melintir, atau jarum jam dinding males membelokkan badannya. Yang jelas liburanku kali ini membosankan. Tak ada yang seru di liburanku kali ini. Mungkin liburanku akan bertambah asyik jika aku ditemani oleh seorang tokoh kartun yang gendut dan berwarna pink yang suka memakan bulu hidungnya sendiri, bahkan bulu-bulu yang lain. Sementara ini aku hanya duduk di depan tipi dan melihat berbagai acara tipi yang jenisnya seperti-seperti itu saja. Tapi aku lebih suka melihat iklan tipi. Iklan ini lebih menghiburku daripada aku melihat tayangan sinetron yang ditayangkan tiga hari sekali, diminum setelah makan, dan harus habis! Wtfwth dengan sinetron.
Besok adalah hari pertamaku masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin ini akan menjadi saat yang menyenangkan, daripada aku di rumah dan tidak melakukan apapun. Atau ini akan menjadi saat yang menakutkan, bila aku bertemu dengan teman berwujud seorang rasta yang membunuh godzilla dengan obat pencahar. Aku tak bisa membayangkannya..
Malam ini aku tak bisa tidur. Padahal besok pagi aku harus bangun pagi dan mengikuti upacara pembukaan penerimaan siswa baru SMA Negeri Panca Pala 89, Gresik. Dengan terpaksa, aku liat tipi, karena biasanya acara tipi dapat membuatku ngantuk. Terkecuali iklan langganan ringtone dan teman-temannya yang tidak jelas itu. Ketik reg, sepasi…. bla..bla.. .................... no benefit, no profit, Eat sh*t!! Syukur-syukur, aku mulai mengantuk sekarang.. dan tak sadar aku sudah mulai Flying* (*baca = Ngorok)
Besok adalah hari pertamaku masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman baru. Mungkin ini akan menjadi saat yang menyenangkan, daripada aku di rumah dan tidak melakukan apapun. Atau ini akan menjadi saat yang menakutkan, bila aku bertemu dengan teman berwujud seorang rasta yang membunuh godzilla dengan obat pencahar. Aku tak bisa membayangkannya..
Malam ini aku tak bisa tidur. Padahal besok pagi aku harus bangun pagi dan mengikuti upacara pembukaan penerimaan siswa baru SMA Negeri Panca Pala 89, Gresik. Dengan terpaksa, aku liat tipi, karena biasanya acara tipi dapat membuatku ngantuk. Terkecuali iklan langganan ringtone dan teman-temannya yang tidak jelas itu. Ketik reg, sepasi…. bla..bla.. .................... no benefit, no profit, Eat sh*t!! Syukur-syukur, aku mulai mengantuk sekarang.. dan tak sadar aku sudah mulai Flying* (*baca = Ngorok)
***
Sayup-sayup ku dengar, sepertinya tipiku kemarin lupa aku matikan, wew…. Kalau ibu tau, ibu bisa jadi chimera dan akan segera terjadi perang berlendir yang dapat menumpahkan korban. Untungnya, ibu belum membangunkanku, segera kulihat jam weker bututku yang berbunyi keras, sekeras bisikan bisikan syetan yang kerap meracuni tubuh manusia. Ternyata jam sudah menunjuk angka 4.26. segera ku ambil air wudhu dan segera shalat shubuh.
Tapi, tiba-tiba kudengar suara yang tidak nyaman di telinga. Aku penasaran dan segera mencari dari mana sumber penyakit ini. Ternyata eh ternyata, alarm hape adekku bunyi, dan ringtone yang berbunyi semakin lama merusak saraf telingaku, setelah aku liat, welehh.. dia memakai ringtone LoveSICK* Band (*baca => kangen b***h!) yang kini sedang menempati tangga lagu MTp, mungkin ini adalah rencana para pejabat - pejabat yang haus uang dan senantiasa memegang teguh iman dan takwa, serta tidak lupa meninggalkan dunia untuk merusak telinga - telinga para rakyat Indonesia melalui jalur hiburan. DHOIHAFOIFNOAIEFOWEIHF*??? (*TRANSLATE => g nyambung yak???)
Dengan segera aku pantengin ni congor* (*baca => mulut) gw ke lubang telinga adekku,…
" he, bangun Bid! Bangun, mati'in tuh ringtun g jelas!!" teriak brooden sembari ber-scream ala penyanyi rock, Ki Rhomo Irama.
" huuuu.... g asik nii, bentar dulu dee, aku berubah dulu jadi superhero (sambil berdiri dan menurunkan celananya, terlihat boxer Bibid yang bergambar Mr. Crab sedang bersama teman sepermainannya dengan tampang yang seperti biasanya) ....beerrr ..rruuuu ..baaaa ..men.. jaaa.. diiiii..... Doramone* (* => maaf, nama disamarkan demi menjaga privasi dan kerahasiaan narasumber)! beeep..beep..beep... ciuy..ciuy..ciuy....(menggeliat-menggeliat seperti power ranger yang mengendarai robot Zord-nya)"
" Dasar colo*! (baca => blo'on), dari zaman pra sejarah ampek pra acara, yang namanya doramone ntu tokoh kartun bola yang bisa mengeluarkan tendangan Elang kan?…..(terdiam)….. weehhhh!, ayooo, bangun!!!! Mati'in ntu ringtun!!!"
" santai dong, masa santai laaa. Anak-anak aja naik odong-odong, g naik ola-ola. Ini, ini, ambil aja senjatamu (sambil memberikan hape yang masih berbunyi) ayooo kak! Tembak semua tuyul afro itu!!!!! Kalo senjatamu g bisa, pake aja sendok ma garpu yang aku bawa ini!!! Biasanya tuyul afro ntu sudah dibumbui bumbu ala rudi khoirumah dan tinggal lhepP!!!......"
" ………………………………………………………………."
Daripada otakku kepelintir gara-gara adekku yang masih belum genep nyawanya ntu, lebih baik aku matikan ringtunnya dulu. Setelah kuliat, kuraba dan kuterawang, akhirnya ringtun hape ini ASLI berhenti dan segera kuhapus dari micro SD yang nancep di hape adekku.
Tak begitu lama, ibuku yang berjalan sempoyongan, menyalakan rice cooker dan mencari channel pavoritnya. Seketika ibuku ngedumel heran dan mengucapkan mantera-mantera sembari muterin tombol pengatur mode rice cooker, memukul-mukulnya, dan akhirnya memukul kepalanya sendiri, tanda bahwa beliau sadar bahwa benda itu bukan radio seperti kehendaknya. Maklum, beliau masih belum genep juga keliatannya. Oleh karena itu, kami harapkan, bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan adek-adek, agar dengan segera mengucek gigi dan menyikat mata agar bisa negeliat dan meraskan dengan baik. Langsung saja, tanpa mantera satupun, ibuku menyalakan radio yang tepat berada di samping rice cooker tanpa harus melakukan ritual-ritual yang tercantum di atas sekali lagi..
Yare..yare, jabang bayi aki-aki, sekali lagi, LoveSICK Band diputer dan turut meramaikan kesialanku di pagi hari ini.(Love sick diputer sekali lagi, alias 3x = piring cantik) Tadinya di hape adekku ntu yang berjudul Bedhes* (*baca => MONYET), sekarang lagu andalan yang mereka pantengin di halaman depan, samping, belakang, dan dalam kasetnya, berjudul antara engkau, aku, dan mbah Marjan ,sebuah lagu yang menceritakan nikmat dan segarnya cerita segi empat dengan background gunung merapi yang sedang meleduk-leduk, menggambarkan bagaimana panasnya cinta itu. Aarrghhhhh, Hell Sh*t!!! tampaknya ini g panas cinta, melainkan panasnya neraka (jahannam pula!) Aku g tau kenapa, band yang sudah nimbrung di jajaran tangga lagu MTp ini selalu saja diputar kalo g jam 12 tengah malam, ya jam 2 ampek 3 pagi, sepertinya para manager radio sadar, bahwa LoveSICK band memang band yang berkelas (ngono bae!) diperuntukkan sebagai teman dari band kemeresek who always tune on late night dan khusus diperdengarkan untuk kaum-kaum yang kasat mata! who's care!. Sepertinya aku g bisa maksa ibuku yang udah melakukan ritual hebad mati-matian untuk menemukan radio ntu, aku harus bersabar selama sekurang-kurangnya 5 menit hingga….. bedug maghrib berkumandang, dan selamat berbuka puasa…. Errr, salah ding! Nii yang bener =>… nada-nada sakid ini mati dan enyah dari radio yang ibu setel. Nha lho, ciptaan Tuhan YME harus dimanfaatkan secara baik dan benar, tidak mengambil hak-hak orang lain, selalu membela yang benar, dan memusuhi yang baik…( Heh! Heh! ngomongin apa'an se! )…..eniwei, Karena lagu LoveSICK yang SEPERTI ntu, aku lebih baik segera pergi ke kamar mandi dan menyegerakan berbuka….nha lho! keleru lagi ding… maksud di maksud, ane maksud "membayar pajak", karena lagu ini akan sangat bermanfaat demi memperlancar kegiatanku yang satu ini. So…. Let's Gaaaahhh!!!
Tak dinyana-nyana, Di luar dugaan, biasanya aku mandi hampir 15 menit* ( *included : sikat gigi, "setor", dan mandi. Track arena dan batere dijual terpisah) ternyata hanya membutuhkan waktu 6,7 menit! Tanpa berlama-lama, aku langsung pergi ke kamar dan mempersiapkan segala equipment untuk pergi ke sekula.
"Deen, Brooden! ayok sarapan dulu.. ibuk sudah nyiapin sarapan ntu.." ajak emak dengan logat randuagungan khas pemilik resto nasi pecel.
"wookeeeh buk... tunggu sedhelut*! (*baca => sebentar)"
"deeeek! Bangun deeeek! Ma'em dulu! Ndang berangkat sekolah gih!"
"Aphah??? Ca'em……. Dari dulu kaleee gw uda ca'em cuyyyy…. emak gimana seee… eniweibuswei, emang ca'em pake' apa'an se mak? Nha tuh, keliatannya pada enak-enak ntu,, wiiiiiiiyyyy….. shiepP dah!……." Dengan muka mesum, bingung, tertawa dan pipi yang berselimut tebalnya lendir-lendir hasil kerja keras semalam suntuk yang menandakan bahwa dia seraya masih belum mendapatkan pengampunan….lha..lha…ane maksud, belum sadar 100%.
"ngomong apa'an lagi kamu ini, keliatan ntu kalo masih ngantuk! Sana gih! Basuh dulu tuh muka, banyak stikernya pula… cepetan sana, udah emak siapin karbit tuh, biar jadi putih cemerlang tu muka!!" hhhh, ternyata emak juga pada belon sadar bener……..
" Itadakimasu ! " daripada aku ikut-ikutan seho* (*baca => bego), langsung saja aku ambil sendok beserta garpu, memulai duel bersama ayam goreng dengan cairan sayur lodeh yang dibalut dengan semur pete jengkol yang dari pertama berjumpa, dia udah ngecengin gw. Sikaatttt!!!
Tidak berdurasi lama, duel kami berakhir dengan bendera kuning. Kini gw udah siap berangkat menuju tempat antah berantah, tempat sang biksu botak yang berambut gimbal yang tidak lupa mengalungkan velg ( baca => pelg ) di lingkar matanya, selalu membawa kantung kresek lecek berisi cairan muntahan yang berfungsi sebagai suplemen vitamin yang siap ditelannya jika melihat penjahat yang datang, berbaju tank top bergambar fairy old parents dan bercelana boxer motif bunga bangkai yang ketat keluaran produk sport-stuff berlabel Adibas, dialah pahlawan kebajikan yang senantiasa menaati rambu-rambu lalu-lintas dan selalu taat membayar pajak......to be continued di episode sebelumnya...................(terimakasih, bila anda tetap membaca sampai saat ini).
Eniwei, sepertinya CBR(baca => Yamaha70) ku udah g sabar gw tunggangin. Langsung aja gw cabut ke dapur belakang gw yang berkelamin ganda......ups..... maksud ane berfungsi ganda. Selain digunakan untuk kebutuhan masak-memasak, ini dapur juga berfungsi sebagai hangar penyimpanan segala tetek bengek yang bersangkutan dengan pesawat 2tak beroda 2 gw yang udah terbang ke segala macam tempat dan tujuan (rumah sakid, kuburan masal, jeroan septikteng tetangga, cerobong pabrik RetroKimiaGresik, dan tempat-tempat eksotis yang laen). Langusng aja, aku tungangin nii sedel sepeda, dan dengan sangat cepat.........gw berlari dan memasukkan perseneling ke gigi satu...... beginilah cara CBR gw bisa menyala... let's gaaahhhh to da Skulll!!!
Tapi, tiba-tiba kudengar suara yang tidak nyaman di telinga. Aku penasaran dan segera mencari dari mana sumber penyakit ini. Ternyata eh ternyata, alarm hape adekku bunyi, dan ringtone yang berbunyi semakin lama merusak saraf telingaku, setelah aku liat, welehh.. dia memakai ringtone LoveSICK* Band (*baca => kangen b***h!) yang kini sedang menempati tangga lagu MTp, mungkin ini adalah rencana para pejabat - pejabat yang haus uang dan senantiasa memegang teguh iman dan takwa, serta tidak lupa meninggalkan dunia untuk merusak telinga - telinga para rakyat Indonesia melalui jalur hiburan. DHOIHAFOIFNOAIEFOWEIHF*??? (*TRANSLATE => g nyambung yak???)
Dengan segera aku pantengin ni congor* (*baca => mulut) gw ke lubang telinga adekku,…
" he, bangun Bid! Bangun, mati'in tuh ringtun g jelas!!" teriak brooden sembari ber-scream ala penyanyi rock, Ki Rhomo Irama.
" huuuu.... g asik nii, bentar dulu dee, aku berubah dulu jadi superhero (sambil berdiri dan menurunkan celananya, terlihat boxer Bibid yang bergambar Mr. Crab sedang bersama teman sepermainannya dengan tampang yang seperti biasanya) ....beerrr ..rruuuu ..baaaa ..men.. jaaa.. diiiii..... Doramone* (* => maaf, nama disamarkan demi menjaga privasi dan kerahasiaan narasumber)! beeep..beep..beep... ciuy..ciuy..ciuy....(menggeliat-menggeliat seperti power ranger yang mengendarai robot Zord-nya)"
" Dasar colo*! (baca => blo'on), dari zaman pra sejarah ampek pra acara, yang namanya doramone ntu tokoh kartun bola yang bisa mengeluarkan tendangan Elang kan?…..(terdiam)….. weehhhh!, ayooo, bangun!!!! Mati'in ntu ringtun!!!"
" santai dong, masa santai laaa. Anak-anak aja naik odong-odong, g naik ola-ola. Ini, ini, ambil aja senjatamu (sambil memberikan hape yang masih berbunyi) ayooo kak! Tembak semua tuyul afro itu!!!!! Kalo senjatamu g bisa, pake aja sendok ma garpu yang aku bawa ini!!! Biasanya tuyul afro ntu sudah dibumbui bumbu ala rudi khoirumah dan tinggal lhepP!!!......"
" ………………………………………………………………."
Daripada otakku kepelintir gara-gara adekku yang masih belum genep nyawanya ntu, lebih baik aku matikan ringtunnya dulu. Setelah kuliat, kuraba dan kuterawang, akhirnya ringtun hape ini ASLI berhenti dan segera kuhapus dari micro SD yang nancep di hape adekku.
Tak begitu lama, ibuku yang berjalan sempoyongan, menyalakan rice cooker dan mencari channel pavoritnya. Seketika ibuku ngedumel heran dan mengucapkan mantera-mantera sembari muterin tombol pengatur mode rice cooker, memukul-mukulnya, dan akhirnya memukul kepalanya sendiri, tanda bahwa beliau sadar bahwa benda itu bukan radio seperti kehendaknya. Maklum, beliau masih belum genep juga keliatannya. Oleh karena itu, kami harapkan, bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan adek-adek, agar dengan segera mengucek gigi dan menyikat mata agar bisa negeliat dan meraskan dengan baik. Langsung saja, tanpa mantera satupun, ibuku menyalakan radio yang tepat berada di samping rice cooker tanpa harus melakukan ritual-ritual yang tercantum di atas sekali lagi..
Yare..yare, jabang bayi aki-aki, sekali lagi, LoveSICK Band diputer dan turut meramaikan kesialanku di pagi hari ini.(Love sick diputer sekali lagi, alias 3x = piring cantik) Tadinya di hape adekku ntu yang berjudul Bedhes* (*baca => MONYET), sekarang lagu andalan yang mereka pantengin di halaman depan, samping, belakang, dan dalam kasetnya, berjudul antara engkau, aku, dan mbah Marjan ,sebuah lagu yang menceritakan nikmat dan segarnya cerita segi empat dengan background gunung merapi yang sedang meleduk-leduk, menggambarkan bagaimana panasnya cinta itu. Aarrghhhhh, Hell Sh*t!!! tampaknya ini g panas cinta, melainkan panasnya neraka (jahannam pula!) Aku g tau kenapa, band yang sudah nimbrung di jajaran tangga lagu MTp ini selalu saja diputar kalo g jam 12 tengah malam, ya jam 2 ampek 3 pagi, sepertinya para manager radio sadar, bahwa LoveSICK band memang band yang berkelas (ngono bae!) diperuntukkan sebagai teman dari band kemeresek who always tune on late night dan khusus diperdengarkan untuk kaum-kaum yang kasat mata! who's care!. Sepertinya aku g bisa maksa ibuku yang udah melakukan ritual hebad mati-matian untuk menemukan radio ntu, aku harus bersabar selama sekurang-kurangnya 5 menit hingga….. bedug maghrib berkumandang, dan selamat berbuka puasa…. Errr, salah ding! Nii yang bener =>… nada-nada sakid ini mati dan enyah dari radio yang ibu setel. Nha lho, ciptaan Tuhan YME harus dimanfaatkan secara baik dan benar, tidak mengambil hak-hak orang lain, selalu membela yang benar, dan memusuhi yang baik…( Heh! Heh! ngomongin apa'an se! )…..eniwei, Karena lagu LoveSICK yang SEPERTI ntu, aku lebih baik segera pergi ke kamar mandi dan menyegerakan berbuka….nha lho! keleru lagi ding… maksud di maksud, ane maksud "membayar pajak", karena lagu ini akan sangat bermanfaat demi memperlancar kegiatanku yang satu ini. So…. Let's Gaaaahhh!!!
Tak dinyana-nyana, Di luar dugaan, biasanya aku mandi hampir 15 menit* ( *included : sikat gigi, "setor", dan mandi. Track arena dan batere dijual terpisah) ternyata hanya membutuhkan waktu 6,7 menit! Tanpa berlama-lama, aku langsung pergi ke kamar dan mempersiapkan segala equipment untuk pergi ke sekula.
"Deen, Brooden! ayok sarapan dulu.. ibuk sudah nyiapin sarapan ntu.." ajak emak dengan logat randuagungan khas pemilik resto nasi pecel.
"wookeeeh buk... tunggu sedhelut*! (*baca => sebentar)"
"deeeek! Bangun deeeek! Ma'em dulu! Ndang berangkat sekolah gih!"
"Aphah??? Ca'em……. Dari dulu kaleee gw uda ca'em cuyyyy…. emak gimana seee… eniweibuswei, emang ca'em pake' apa'an se mak? Nha tuh, keliatannya pada enak-enak ntu,, wiiiiiiiyyyy….. shiepP dah!……." Dengan muka mesum, bingung, tertawa dan pipi yang berselimut tebalnya lendir-lendir hasil kerja keras semalam suntuk yang menandakan bahwa dia seraya masih belum mendapatkan pengampunan….lha..lha…ane maksud, belum sadar 100%.
"ngomong apa'an lagi kamu ini, keliatan ntu kalo masih ngantuk! Sana gih! Basuh dulu tuh muka, banyak stikernya pula… cepetan sana, udah emak siapin karbit tuh, biar jadi putih cemerlang tu muka!!" hhhh, ternyata emak juga pada belon sadar bener……..
" Itadakimasu ! " daripada aku ikut-ikutan seho* (*baca => bego), langsung saja aku ambil sendok beserta garpu, memulai duel bersama ayam goreng dengan cairan sayur lodeh yang dibalut dengan semur pete jengkol yang dari pertama berjumpa, dia udah ngecengin gw. Sikaatttt!!!
Tidak berdurasi lama, duel kami berakhir dengan bendera kuning. Kini gw udah siap berangkat menuju tempat antah berantah, tempat sang biksu botak yang berambut gimbal yang tidak lupa mengalungkan velg ( baca => pelg ) di lingkar matanya, selalu membawa kantung kresek lecek berisi cairan muntahan yang berfungsi sebagai suplemen vitamin yang siap ditelannya jika melihat penjahat yang datang, berbaju tank top bergambar fairy old parents dan bercelana boxer motif bunga bangkai yang ketat keluaran produk sport-stuff berlabel Adibas, dialah pahlawan kebajikan yang senantiasa menaati rambu-rambu lalu-lintas dan selalu taat membayar pajak......to be continued di episode sebelumnya...................(terimakasih, bila anda tetap membaca sampai saat ini).
Eniwei, sepertinya CBR(baca => Yamaha70) ku udah g sabar gw tunggangin. Langsung aja gw cabut ke dapur belakang gw yang berkelamin ganda......ups..... maksud ane berfungsi ganda. Selain digunakan untuk kebutuhan masak-memasak, ini dapur juga berfungsi sebagai hangar penyimpanan segala tetek bengek yang bersangkutan dengan pesawat 2tak beroda 2 gw yang udah terbang ke segala macam tempat dan tujuan (rumah sakid, kuburan masal, jeroan septikteng tetangga, cerobong pabrik RetroKimiaGresik, dan tempat-tempat eksotis yang laen). Langusng aja, aku tungangin nii sedel sepeda, dan dengan sangat cepat.........gw berlari dan memasukkan perseneling ke gigi satu...... beginilah cara CBR gw bisa menyala... let's gaaahhhh to da Skulll!!!
***
Landing di parkirang sekolah, CBR gw langsung disorotin ntu mata anak-anak laen. Kliatannya mereka pada ngefans ntu ma motorku. Gimana ya bilangnya, emang se, kalo diliat-liat, sepeda gw emang beda, laen daripada yang laen. Dengan velg sporty dua ruji (yang satu patah dipipisin kucing tetangga), totok kepala yang aeropasifis, body striptease yang berkilau karat di mana-mana, knalpot brong bekas cerobong asep mesin diesel bengkel H. Khoirudin, dilengkapi dengan stiker promosi kampanye salah satu parpol (yang tempelin ntu ibuk gw..) yang bersabda, "coblos matane
eniwei langsung aku cari ntu yang namanya papan pengumuman. Disitu ntu nama dan kelas gw tercantum. Di tengah jalan, aku ketemu ma temen seperminanku SMP dulu. Dengan penampilan yang kagak berubah-berubah, dia tampil dengan wajah garangnya. Dia jabrikin total tuh rambut jadi kliatan keren*(*baca => kesetrum), dengan pakaian dan celana pensil yang ketat ampek-ampek matanya mau keluar (lho...) dengan celana sebelah dilipet ampek ke dengkul, di belakang, dia cangklong tas kecil berwarna merah muda bergambar Power Puff Girl dengan gantungan kunci tengkorak, beralaskan sepatu boot karet berhak tinggi yang mengkilat. Kalo gw liat-liat, sepatu ntu sering di diklankan di tipi (iklan sosialisasi upaya penyelamatan diri dari bencana banjir), melengkapi daya tariknya, ditambah dengan kaca mata item dicantolin di sela bajunya. Gw sapa ntu makhluk...
" gimana we.. kabar lo punya wajah? Kok diliat-liat tampang lu bertambah semburatt dan merusak keindahan pemandangan kota gitu we?…."
" lo ini gimana.. ini gaya menn... gaya…. ( sambil menunjuk semua bagian dari kepribadiannya termasuk baju dan celana yang ketat ditambah tas Pink power puff girlnya itu) masa' gw yang udah dandan buju bugil ale-ale gini g keren se???? gimane, gimane ?" dengan PeDenya dia nyerocos kagak liat gimana tu bentuk dan rupanya.
" (kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada kebohongan yang manis, busett bagus bener ni kalimat!) PARAHH LU WE….." ( dengan wajah tak berekspresi dan bibie yang hamper tidak terbuka….)
" Waaa…. Brarti lo g gaul men…. Liet dulu dong, sekarang banyak anak band yang pada bedandan kayak ni gw punya wajah??? Bener kagak?..." dengan meringis berpose-pose aneh dia menggeliat kayak uler kena melamin.
" ......*....... walah, iye kalo anak-anak band yang punya tampang super ganteng, nha lo... Band bocor kaleee, wehhhh, yah terserah ape lo bilang aje, eniwei, gw mau cari papan pengumuman, lu ikud kagak We??"
" mmmmmmmm... bentar, gw mikir dulu..... ( baru kali ini, aku liat dia bisa mikir..... pake otak pula ! apa yang telah terjadi pada dunia??? [ \(-_-)/ ] ..... ) gw ikud lo juga dah...."
" wokkeh... let's gaah..."
Gw langsung melacur ke lorong kantor depan..... weh, gw maksud langsung meluncur. Udah gw cari ke mana-mana, di dinding, langit-langit, ubun-ubun Pak Khomidin yang botak dan kita kirain kaca pengumuman, ternyata gw g ketemu juga. Dengan kondisi yang ngenes gini, gw suruh Baedhowe isep jempolnya, trus gw suruh angkat jarinya, gw bilang ke dia, kan tangannya masih basah tuh, kerasa kan ke mana angin berhembus, nah begitulah cara suku Indian yang berpetualang mencari jalan yang benar dan terhindar dari jalan yang sesat... Amin ....
Eniwei, Dhowe ( nama panggilan Baedhowe ) yang udah sepuluh menit panjerin tangan ke udara, udah mulai gempor wajahnya. Ini tanda kalau dia mendapatkan hidayah, dan dia bilang :
" Gak ada cara laen deen?...." dengan wajah yang berlipet-lipet kayak kerutan selangkangan aki-aki tua dan wajah yang biru kebanyakan makan permen Jagoan Bohlam, permen doyanannya orok-orok dan anak kecil jaman sekarang.
" mmmmm… kita tanya aja yah, ma anak yang lewat… hhehe…" dengan memampang senyum selebar Jam Gadang, seperti tak bersalah mengatakannya.
" mati aja lo deen.. kagak dari tadi ajah lo nanya… ape kagak liat lu? Wajah gw jadi gempor begini???"
" Adoo We, gw kagak tau seh, bilamana wajah lu gempor, bilamana wajah lu kagak gempor, sama aja tuh! "
" Uuuuh Daster lu deeen…. Yaudah, Tanya-tanya sana gih!"
Banyak banget jenis anak-anak di sini. Gw bingung mau tanya ma siapa, apalagi gw anak baru di sini. Jadi, gw pilih aja anak yang badannya kecil, kebetulan dia g jauh dari sini. Langsung gw samperin dia dan gw colekin pundaknya...( ih.. genit banget deh gw ). Brrrrrbhh... pertama-tama gw bertemu Baedhowe yang berbentuk seperti ntu, sekarang gw bertemu dengan seorang umbelan perantau bermata aneh. Singkat aja SUPERMAN. Selain ntu, dia memiliki wajah yang serem, seperti Petapa Gunung Kidul, ato seperti artis ternama, Si Hantu dari Gua Buta. Beeeh, andai ada acara tipi "Mirip Hantu", pasti gw ikutin dia.
" Permisi mas…papan pengumuman sebelah mana ya?? "
" mmmmm… gimane ya…. Aduh mas…. Sulit dah ngomongnye.. awak nniii…. Ambo itu………………………… indak tau mas…… aku pula orang baru di sini………" dalam durasi setengah tahun dia menjawab dan dengan logat yang tak jelas, antara batak, padang, jawa dan melayu, dia cocok untuk dipajang di TMII.
" errrr… kalo gitu, makasih ya mass… " jawabku dan gw langsung ngibrit dari ni tempat yang aneh.
Entah angin apa yang ngebawa gw, dan secara ajaib, papan pengumuman udah ada di depanku. ................ (bersambung yahhhh???....)
By: tang^_^
eniwei langsung aku cari ntu yang namanya papan pengumuman. Disitu ntu nama dan kelas gw tercantum. Di tengah jalan, aku ketemu ma temen seperminanku SMP dulu. Dengan penampilan yang kagak berubah-berubah, dia tampil dengan wajah garangnya. Dia jabrikin total tuh rambut jadi kliatan keren*(*baca => kesetrum), dengan pakaian dan celana pensil yang ketat ampek-ampek matanya mau keluar (lho...) dengan celana sebelah dilipet ampek ke dengkul, di belakang, dia cangklong tas kecil berwarna merah muda bergambar Power Puff Girl dengan gantungan kunci tengkorak, beralaskan sepatu boot karet berhak tinggi yang mengkilat. Kalo gw liat-liat, sepatu ntu sering di diklankan di tipi (iklan sosialisasi upaya penyelamatan diri dari bencana banjir), melengkapi daya tariknya, ditambah dengan kaca mata item dicantolin di sela bajunya. Gw sapa ntu makhluk...
" gimana we.. kabar lo punya wajah? Kok diliat-liat tampang lu bertambah semburatt dan merusak keindahan pemandangan kota gitu we?…."
" lo ini gimana.. ini gaya menn... gaya…. ( sambil menunjuk semua bagian dari kepribadiannya termasuk baju dan celana yang ketat ditambah tas Pink power puff girlnya itu) masa' gw yang udah dandan buju bugil ale-ale gini g keren se???? gimane, gimane ?" dengan PeDenya dia nyerocos kagak liat gimana tu bentuk dan rupanya.
" (kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada kebohongan yang manis, busett bagus bener ni kalimat!) PARAHH LU WE….." ( dengan wajah tak berekspresi dan bibie yang hamper tidak terbuka….)
" Waaa…. Brarti lo g gaul men…. Liet dulu dong, sekarang banyak anak band yang pada bedandan kayak ni gw punya wajah??? Bener kagak?..." dengan meringis berpose-pose aneh dia menggeliat kayak uler kena melamin.
" ......*....... walah, iye kalo anak-anak band yang punya tampang super ganteng, nha lo... Band bocor kaleee, wehhhh, yah terserah ape lo bilang aje, eniwei, gw mau cari papan pengumuman, lu ikud kagak We??"
" mmmmmmmm... bentar, gw mikir dulu..... ( baru kali ini, aku liat dia bisa mikir..... pake otak pula ! apa yang telah terjadi pada dunia??? [ \(-_-)/ ] ..... ) gw ikud lo juga dah...."
" wokkeh... let's gaah..."
Gw langsung melacur ke lorong kantor depan..... weh, gw maksud langsung meluncur. Udah gw cari ke mana-mana, di dinding, langit-langit, ubun-ubun Pak Khomidin yang botak dan kita kirain kaca pengumuman, ternyata gw g ketemu juga. Dengan kondisi yang ngenes gini, gw suruh Baedhowe isep jempolnya, trus gw suruh angkat jarinya, gw bilang ke dia, kan tangannya masih basah tuh, kerasa kan ke mana angin berhembus, nah begitulah cara suku Indian yang berpetualang mencari jalan yang benar dan terhindar dari jalan yang sesat... Amin ....
Eniwei, Dhowe ( nama panggilan Baedhowe ) yang udah sepuluh menit panjerin tangan ke udara, udah mulai gempor wajahnya. Ini tanda kalau dia mendapatkan hidayah, dan dia bilang :
" Gak ada cara laen deen?...." dengan wajah yang berlipet-lipet kayak kerutan selangkangan aki-aki tua dan wajah yang biru kebanyakan makan permen Jagoan Bohlam, permen doyanannya orok-orok dan anak kecil jaman sekarang.
" mmmmm… kita tanya aja yah, ma anak yang lewat… hhehe…" dengan memampang senyum selebar Jam Gadang, seperti tak bersalah mengatakannya.
" mati aja lo deen.. kagak dari tadi ajah lo nanya… ape kagak liat lu? Wajah gw jadi gempor begini???"
" Adoo We, gw kagak tau seh, bilamana wajah lu gempor, bilamana wajah lu kagak gempor, sama aja tuh! "
" Uuuuh Daster lu deeen…. Yaudah, Tanya-tanya sana gih!"
Banyak banget jenis anak-anak di sini. Gw bingung mau tanya ma siapa, apalagi gw anak baru di sini. Jadi, gw pilih aja anak yang badannya kecil, kebetulan dia g jauh dari sini. Langsung gw samperin dia dan gw colekin pundaknya...( ih.. genit banget deh gw ). Brrrrrbhh... pertama-tama gw bertemu Baedhowe yang berbentuk seperti ntu, sekarang gw bertemu dengan seorang umbelan perantau bermata aneh. Singkat aja SUPERMAN. Selain ntu, dia memiliki wajah yang serem, seperti Petapa Gunung Kidul, ato seperti artis ternama, Si Hantu dari Gua Buta. Beeeh, andai ada acara tipi "Mirip Hantu", pasti gw ikutin dia.
" Permisi mas…papan pengumuman sebelah mana ya?? "
" mmmmm… gimane ya…. Aduh mas…. Sulit dah ngomongnye.. awak nniii…. Ambo itu………………………… indak tau mas…… aku pula orang baru di sini………" dalam durasi setengah tahun dia menjawab dan dengan logat yang tak jelas, antara batak, padang, jawa dan melayu, dia cocok untuk dipajang di TMII.
" errrr… kalo gitu, makasih ya mass… " jawabku dan gw langsung ngibrit dari ni tempat yang aneh.
Entah angin apa yang ngebawa gw, dan secara ajaib, papan pengumuman udah ada di depanku. ................ (bersambung yahhhh???....)
By: tang^_^

0 komentar:
Posting Komentar